PUISI SISWA BULAN INI
Guru
Murni D Safitri
Guru
Engkaulah pahlawanku
Engkaulah sang motivasor kedua dari ayah dan ibu
Engkau yang selalu menasihatiku
Dan engkaulah yang telah membimbingku
Engkau bagai mataharinya dunia
Yang selalu menyinari alam semesta
Engkau yg memberikan ilmu pengetahuan
Agar kelak dimasa depan tak kan kebingungan
Engkau juga bagaikan cahaya pelita
Yang selalu menyinari disetiap malam gelap gulita
Ilmu yang engkau berikan akan selalu bercahaya
Untuk menerangi seseorang yang dalam kegelapan
Ilmu yang telah engkau sampaikan
Akan selalu ku ingat sampai akhir hayat
Ilmu itu mungkin tak kan terlihat
Namun suatu saat pasti akan bermanfaat
Terimaksih guru
Atas semua jasamu
semua ilmu yang telah engkau berikan
Dan kesabaranmu dalam mendidik
Ini adalah puisi kedua yang diterima redaktur dan diterbitkan bulan Februari ini.Puisi ini buah karya teman kalian Murni Dewi Safitri ,siswa kelas 8 B yang pernah juara kelas beberapa waktu yang lalu.Hobi menulis yang sedang tumbuh dimotivasi oleh guru-gurunya dan temannya yang beberapa waktu lalu mengirim naskah puisi dan dimuat di majalah ini,dan sekarang sedang berusaha menjadi seorang penulis dengan mengirimkan karya puisinya ini.
Dari karya puisi pertamanya ini kita dapat mengenali sikap dan kesan teman kita ini terhadap guru dan jasa-jasa guru.Terlihat dari pilihan kata” Engkaulah pahlawanku “ ia terobsesi dengan jasa guru-gurunya.sehingga ia mengangkat guru sebagai figur pahlawan.Hanya saja alasan puitis yang ia sampaikan masih terasa hambar.Pilihan kata yang ia pilih untuk mengungkap alasan mengapa ia menjadikan guru itu sebagai pahlawannya kurang menyentuh.Diksi kata yang ia terapkan untuk mendukung kata engkaulah pahlawanku belum “menggigit” dan terasa klise.Coba perhatikan kalimat:
“ Engkaulah sang motivator kedua dari ayah dan ibu
Engkau yg selalu menasihatiku
Dan engkaulah yang telah membimbingku “
Kata” motivator “ dan “ selalu menasihatiku “biasanya dipakai bukan pada kalimat puisi tapi kalimat narasi.Jadi alangkah baiknya bila untuk mengungkapkan hal ini dipilih kata yang pendek tapi menggambarkan keseluruhan jasa sebagai orang tua kedua.Misalnya dengan kalimat
”doronganmu yang lembut kepadaku untuk maju,
Bagai orangtua kedua bagiku.....”
Pilian kata pada sebuah puisi merupakan jantung atau inti proses kreatif penciptaan puisi.Kekuatan sebuah puisi dalam mempengaruhi hati orang lain terletak pada diksi kata yang dipilih oleh pencipta puisi yang terlihat dalam untaian kata bait-bait puisi.Jika penulis puisi tidak memperhatikan hal ini maka secara tidak sengaja ia bisa jatuh ke dalam kalimat pernyataan kekufuran atau kemusyrikan ,oleh sebab itu seorang penulis puisi dituntut memiliki kecerdasan lingual dan kemampuan verbal yang lebih dari kebanyakan orang.Coba perhatikan kalimat berikut ini sebagai contoh agar hati-hati memilih kata:

Semangat bikin karya tulis ny😹
BalasHapus