CERPEN BULAN LALU

 POHON REMBULAN

MALAM sepulang dari ceramah di suatu tempat, biasanya Ayah menatap pohon itu dari jendela. Seolah-olah bersyukur. Seolah-olah hendak berterima kasih bahwa pohon itu yang telah menguatkan kata dan menjadi inspirasinya pada setiap ceramah atau menulis. Tetapi, sekarang pohon itu tak ada lagi.Cahaya rembulan dengan leluasa masuk ke kamar utama, melalui jendela yang terbuka. Ayah tidak berdiri di sana



         TIKUS
Sudah hampir seminggu ini Mang Kobet dipusingkan dengan keberadaan tikus di rumahnya.Dongkol,marah,sedih bercampur aduk membuat darah tingginya kambuh.Hampir setiap hari ia berurusan dengan tikus.Bagian belakang lemari makannya telah berlubang dikerat binatang  itu.Sehingga tidak lagi aman ia menyimpan makanan  di lemari tersebut.Padahal lemari tersebut dibeli belum lama,kira-kira sebulan yang lalu.Tentunya dengan cara kredit, karena penghasilannya sebagai buruh dodos di kebun sawit Pak Haji tidak mengijinkannya membeli tunai barang penting tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APRESIASI SASTRA DAN GORESAN PENA